blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Minggu, 17 Januari 2010

ITS Bisa Buat Mobil Hemat BBM 1 liter untuk 1000km


Steven Lenakoly - detikOto

Sapu Angin I (Steven) Surabaya - Penciptaan mobil irit BBM sudah dimulai. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun memulai dengan menciptakan mobil Sapu Angin I dan Sapu Angin II.

Mobil ini akan diikutkan dalam kompetisi Shell Eco-Marathon Asia 2010 yang dilaksanakan di Sirkuit Sepang, Malaysia pada bulan Juli mendatang. Kompetisi ini adalah kompetisi kreatif menciptakan mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Sapu Angin I akan diikutkan dalam kategori prototype dan Sapu Angin II dalam kategori urban concept vehicle. Sapu Angin I ini dikonsep mampu menempuh 1.000 kilometer dengan konsumsi bahan bakar 1 liter.

Sedangkan Sapu Angin II dikonsep untuk 300 kilometer per 1 liter bahan bakar. Kedua mobil ini murni kreasi tim Falkutas Teknik Mesin dan pengerjaan seluruhnya di ITS.

Salah satu anggota tim pembuat, Indra Risky Panigoro, menyatakan bahwa ide pembuatan Sapu Angin ini berawak satu terinspirasi dari model mobil serupa yang dibuat di Amerika. Artinya rangka dan bodi mobil terintergrasi sehingga menghemat bahan bakar.

Tim yang terdiri dari 14 mahasiswa Teknik Mesin ini sudah terbentuk sejak Agustus 2009 dan langsung melakukan riset dan pengerjaan teknis. Seluruh tim bekerja all out dan didampingi oleh dosen.

"Seluruh pengerjaan kami lakukan sendiri. Mulai dari pengumpulan data hingga realisasi teknis mobil ini," katanya kepada wartawan seusai launching Sapu Angin di Gedung Pascasarjana ITS, Jalan Sukolilo, Senin (11/1/2010).

ITS merupakan salah satu perguruan tinggi perwakilan Indonesia yang ikut dalam kompetisi bergengsi tersebut. Kompetisi itu sendiri juga baru pertama kali diselenggarakan di Asia.

Sebelumnya sebanyak 8 tim dari 4 Perguruan Tinggi yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) akan berlomba dengan pelajar lain di seluruh dunia menciptakan mobil paling irit di dunia.

UI menyiapkan 3 tim, ITB 3 tim, dan UGM dan ITS masing-masing 1 tim akan mewakili Indonesia dalam ajang lomba pembuatan mobil irit yakni Shell Eco-marathon (SEM) Asia yang akan digelar Juli 2010 di Malayasia.

Shell Eco-marathon (SEM) merupakan program dari Shell yang menantang para pemuda di seluruh dunia untuk menciptakan kendaraan masa depan yang dapat dipacu sejauh mungkin dengan energi seminim mungkin. Shell baru menggelar lomba ini di Asia untuk pertama kalinya.

PT Shell Indonesia sendiri akan membantu dana sebesar US$ 2.000 untuk untuk material pembuatan mobil, serta biaya keberangkatan sebesar US$ 1.750 untuk setiap tim. ( bdh / ddn )


Setelah melakukan persiapan selama tiga bulan lebih, akhirnya Tim Mesin ITS akan segera me-launching kendaraan buah karya mereka, Sapu Angin. Bersama 14 anggota yang ada, kendaraan ini akan diadu pada Shell Eco Marathon Asia 2010 yang akan dilaksanakan di Sepang International Circuit, Malaysia pada tanggal 8-10 Juli mendatang.

Kampus ITS, ITS Online - Kali pertama mendengar nama kendaraan ini mungkin terkesan aneh. Setelah ditelusuri ternyata nama ini sangat filosofis. "Nama ini diberikan oleh Pak Herman (Kajur Teknik Mesin Dr Ing Ir Herman Sasongko, Red.) dengan mengambil filosofi dari Sunan Kalijaga yang mampu berpindah cepat tanpa menghabiskan banyak energi berkat ajian Sapu Angin," tutur Muchamad Agus Setiawan selaku Manager Tim Mesin ITS.

Mahasiswa yang akrab disapa Agus ini berharap filosofi tersebut bisa merepresentasikan kendaraan yang mereka usung. Karena memang kompetisi yang dilaksanakan oleh perusahaan minyak kelas dunia ini bertujuan untuk mendapatkan terobosan baru kendaraan yang hemat bahan bakar.

Untuk mewujudkan hal itu, konstruksi bodinya dibuat Monocoque (bodi dan sasisnya menjadi satu) yang terbuat dari carbon glass. "Dengan desain seperti itu kendaraan akan menjadi lebih ringan," kata mahasiswa angkatan 2006 ini. Agus menambahkan, untuk engine-nya menggunakan mesin Honda GX 35 dengan bahan bakar gasoline.


Sampai tulisan ini dibuat, konstruksi bodi dan engine-nya sudah jadi dan sudah pernah diuji coba. "Tinggal dilakukan test drive yang akan dilaksanakan bersamaan dengan launching Sapu Angin di Kenjeran Park," paparnya.

Dalam launching yang akan dilaksanakan 11 Januari nanti akan dibagi menjadi dua sesi. Pertama akan dilakukan Stadium General oleh Rektor ITS dan CEO Shell Indonesia, Darwin Silalahi. Kemudian dilanjutkan dengan test drive di Ken Park Surabaya.

Dalam Shell Eco Marathon Asia 2010 ini, nantinya semua kendaraan dari berbagai negara akan diuji dalam dua kategori yakni Prototype dan Urban Concept. Sesuai dengan levelnya, kompetisi ini juga diikuti negara-negara dari Asia. Tercatat yang sudah mendaftar ada Singapura, Malaysia, Jepang, Thailand, Pakistan, India, Taiwan, China, Iran dan beberapa negara lainnya.

Berkaca dari sengitnya persaingan yang ada, Tim ini tidak memasang target muluk-muluk. "Minimal bisa menjadi juara dari Tim Indonesia," ungkap pria asal Sidoarjo ini. Apalagi kompetisi ini baru kali pertama dilaksanakan di Asia.

Agus menuturkan, setidaknya Tim Mesin ITS bisa menunjukkan kontribusi dalam ajang Internasional ini. "Dengan mendesain kendaraan hemat bahan bakar, di sini kita mencoba mengatasi kelangkaan energi dan meminimalisasi dampak global warming," pungkasnya. (hoe/mtb)

0 komentar:

Posting Komentar

 

ShoutMix chat widget

TABDIV

© Black Newspaper Copyright by strange and unique things | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks